Abstract
Ruang yang membentuk ruang kampung kota. pola penataan ruang kampung dari awal berdirinya kampung kota dimulai dari sejarah, filosofi, konsep, faktor-faktor yang mempengaruhi ruang, dan tradisi budaya yang dapat membantu dalam menjaga keaslian ruang kampung kota.Kampung kota bukanlah lingkungan binaan yang dibangun dalam waktu singkat tetapi dibentuk dalam waktu yang panjang dan merupakan akumulasi setiap tahap perkembangan sebelumnya Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjabarkan hal yang terkait dengan elemen fisik yang ada dikampung. Penelitian juga menggunakan metode eksplanasi kualitatif yang dilakukan dengan mendeskripsikan fenomena yang ada dengan detail, juga dilakukan catatan wawancara dan melakukan analisis dokumen. Untuk mengantisipasi agar kecenderungan pengungkapan fenomena identitas kota seperti itu tidak berlanjut, perlu kiranya dipelajari dan ditelusuri identitas suatu kota berdasarkan tatanan dan fungsi kehidupan kota secara lebih terintegrasi yang di dalamnya merupakan akumulasi dari nilai‐nilai sosio‐kultural warga kota sebagai ruh dan jati diri kota, serta elemen‐elemen fisik lingkungan sebagai wadahnya. Aspek historis dan pengenalan “image” yang diitangkap oleh warga kota menjadi penting dalam pemaknaan identitas kota atau citra kawasan. Penemuan kembali jati diri kota sebagai bagian hidup masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan warga kampung dan peningkatan kualitas lingkungannya dapat dilakukan secara berkelanjutan (sustainable) atas dasar kearifan‐kearifan tradisional (indigenous knowledge). Secara arsitektural tata nilai kekerabatan ini berkaitan dengan konsep batas dan teritori, kedekatan tempat tinggal (spatial proximity), ruang komunal, serta pola topologi.
Cite
CITATION STYLE
Sari, I. Y. (2020). Hakekat Arsitektur Kampung Kota Dalam Konteks Filosofis. Lakar: Jurnal Arsitektur, 3(2), 118. https://doi.org/10.30998/lja.v3i2.7541
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.