Abstract
Kerusakan gigi di Indonesia termasuk kategori tinggi, khususnya di Jawa Barat masalah gigi rusak, berlubang ataupun sakit di Indonesia termasuk kategori tinggi. Gigi berlubang sejauh ini masih menjadi masalah kesehatan pada anak. Terlebih bagi anak down syndrome, yaitu anak yang memiliki keterbatasan perkembangan fisik dan psikis karena kelainan genetic sebelum mereka lahir. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui gambaran indeks DMF-T pada anak down syndrome. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling pada anak down syndrome di SLB Az Zakiyah Kota Bandung. Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa nilai decay sebanyak 11, tidak memiliki niai missing, tidak memiliki nilai filling, rata-rata indeks DMF-T pada anak down syndrome di SLB Az Zakiyah Kota Bandung dengan skor sebesar 1,8 menurut WHO termasuk kategori rendah, dan memiliki prevalensi karies sebesar 83,3%. Kata Kunci : Down Syndrome dan Indeks DMF-T
Cite
CITATION STYLE
Amelia, R., Nurjanah, N., Widyastuti, T., & Ridwan, D. (2021). GAMBARAN INDEKS DMF-T PADA ANAK DOWN SYNDROME DI SLB BCD-AUTIS AZ ZAKIYAH KOTA BANDUNG. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 1(1), 140–145. https://doi.org/10.34011/jks.v1i1.536
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.