Abstract
Tradisi ziarah sebenarnya merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang sering dilakukan ketika menjelang bulan Ramadhan. Besar pengaruh keberadaan komunitas Arab di kota Palembang membawa sebuah tradisi yang dikenal berbagai macam negara sehingga menjadi sebuah wisata religi yaitu ziarah kubro. Ziarah kubro merupakan salah satu tradisi masyarakat kota Palembang yang dilakukan setiap 10 hari menjelang bulan Ramadhan dengan cara mengujungi makam para ulama dan pemimpin kesultanan Palembang Darussalam. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana masuknya Islam yang dibawah oleh komunitas Arab di kota Palembang, untuk mengetahui bagaimana munculnya ziarah kubro yang dilakukan oleh komunitas Arab di kota Palembang dan untuk mengetahui bagaimana perkembangan tradisi ziarah kubro pada masyarakat kota Palembang tahun 1970-2013. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Pada penelitian ini telah menunjukkan bahwa tradisi ziarah kubro yang dilakukan masyarakat kota Palembang telah mengalami perkembangan setiap tahunnya, yang dimana tradisi ini dulunya hanya dilakukan komunitas Arab di kota Palembang dan para kerabat kesultanan Palembang. Kemudian tradisi ini mulai terbuka untuk umum pada tahun 1970 dan ditetapkan menjadi salah satu wisata religi oleh pemerintah kota Palembang pada tahun 2013. Mereka melakukan ini atas keingnan mereka untuk menghormati para jasa ulama dan para pemimpin kesultanan Palembang Darussalam.The Ziarah tradition is one of the traditions of the Indonesian people that is often being held before Ramadan. The great influence of the existence of the Arab communities in the Palembang brought a tradition known to various countries so that it became religious tourism, namely the Ziarah Kubra. Ziarah Kubra is one of the traditions of the people of Palembang city which is being held every 10 days before Ramadan by visiting the graves of the ulama and leaders of the Palembang Darussalam Sultanate. The purpose of this research is to find out how the emergence of the Ziarah Kubra carried out by the Arab communities in Palembang and to find out how the development of the Ziarah Kubra tradition in the people of Palembang city from 1970-2013. The method used in this research is the historical method. This research has shown that the tradition of the Ziarah Kubra has been brought by the people of Palembang has been developed every year, where's this tradition was only practiced by the Arab communities in the Palembang and relatives of the Palembang Sultanate. Then this tradition began to be open to the public in 1970 and was designated become the religious tourism by the Palembang city government in 2013. So that the people of Palembang continue.
Cite
CITATION STYLE
Syukur, S., Fhadillah, M. I., Lylyatmi, D., & Supriyanto, S. (2022). PERKEMBANGAN TRADISI ZIARAH KUBRO PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG TAHUN 1970-2008. Dialogia, 20(1), 28–43. https://doi.org/10.21154/dialogia.v20i1.2770
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.