Analisis Dampak Non-Migas Indonesia Setelah Kebijakan Larangan Ekspor Bijih Nikel

  • Monica Wulandari
  • Annisa Nurliza
  • Fitri Khairunnisa
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
152Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia. Hal ini menjadi latar belakang pemerintah Indonesia mempercepat pemberlakuan larangan ekspor bijih nikel, dengan pertimbangan untuk menjaga keberlanjutan bahan baku nikel dari smelter yang sudah ada. Pemerintah Indonesia juga membuka kesempatan berikut juga dengan memberikan kemudahan dari segi perizinan dan juga fasilitas-fasilitas (Privilege) kepada investor terkait penanaman modal baik itu dari dalam negeri ataupun asing. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, google scholar, dokumen, dan jurnal ilmiah). Hasil dari penelitiannya adalah Indonesia bisa membuktikan bahwa masih cukup besarnya pasokan bijih nikel dari negara-negara di dunia, selain Indonesia, Indonesia tidak melarang ekspor nikel yang telah diolah dan dimurnikan, sehingga produsen barang berbasis nikel dunia tidak akan kehilangan bahan baku, melainkan hanya mengurangi satu rantai produksinya saja, Indonesia perlu memastikan kecukupan pasokan bagi kebutuhan domestik, terutama bagi pelaku smelter yang telah berinvesasi di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Monica Wulandari, Annisa Nurliza, Fitri Khairunnisa, & Citra Amalia Riyadlul Jannah. (2023). Analisis Dampak Non-Migas Indonesia Setelah Kebijakan Larangan Ekspor Bijih Nikel. EKONOMIKA45 :  Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan, 10(2), 59–82. https://doi.org/10.30640/ekonomika45.v10i2.789

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free