Abstract
Informasi tutupan lahan diperlukan dalam upaya mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis lahan. Satelit penginderaan jauh telah dapat menyediakan informasi dalam jumlah yang lebih besar mengenai distribusi geografis tutupan lahan pada berbagai skala spasial. Landsat 8 OLI (Operational Land Imager) dapat digunakan untuk berbagai penelitian dan aplikasi, termasuk untuk klasifikasi tutupan lahan. Parameter-parameter yang digunakan untuk identifikasi kelas tutupan lahan dapat diekstraksi dari data citra Landsat 8 OLI. Penelitian ini menjelaskan klasifikasi tutupan lahan di Kabupaten Kuningan menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu interpretasi visual dan digital maximum likelihood menggunakan Landsat 8 OLI perekaman pada 5 Agustus 2014. Tujuan penelitian adalah memetakan dan menilai akurasi klasifikasi tutupan lahan pada dua metode yang berbeda. Penilaian akurasi klasifikasi didasarkan pada nilai akurasi total (overall accuracy) dan Kappa menggunakan matriks kekeliruan (confusion matrix). Hasil interpretasi visual menghasilkan 10 kelas tutupan lahan dengan overall accuracy 94,02% dan Kappa 0,93. Sementara itu, interpretasi digital maximum likelihood menghasilkan 10 kelas tutupan lahan dengan overall accuracy 93,17% dan nilai Kappa 0,92. Kata kunci: akurasi, interpretasi digital, interpretasi visual, Landsat 8 OLI, tutupan lahan
Cite
CITATION STYLE
Kosasih, D., Buce Saleh, M., & Budi Prasetyo, L. (2019). Visual and Digital Interpretations for Land Cover Classification in Kuningan District, West Java. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 24(2), 101–108. https://doi.org/10.18343/jipi.24.2.101
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.