Abstract
Agroindustry-based MSMEs are a "leading sector" in agricultural development. MSMEs play a role in enhancing human resource competitiveness, creating new business opportunities, and absorbing the workforce. The increasing coffee consumption currently drives competition in both local and international coffee industries to better understand consumer preferences. Although the majority of micro-scale black coffee agroindustries in West Sumatra are managed by women, they have sustained operations since 1958 while facing competitors. This study aims to analyze the effect of social capital on social sustainability and the effect of social capital on social sustainability through entrepreneurial orientation. Data collection was conducted using a census method involving 160 respondents from black coffee MSMEs. Data were analyzed using SmartPLS 4.0. The study found that most female entrepreneurs (90.7 percent or 145 individuals) are aged 25–64, with 57.5 percent having completed senior or vocational high school. Most have less than 10 years of work experience. Social capital positively impacts social sustainability (0.773, T-Statistic 17.438), indicating a significant relationship. Entrepreneurial orientation shows a weak, insignificant effect (0.063, T-Statistic 0.111). Social capital has a direct influences on social sustainability, while entrepreneurial orientation does not significantly mediate this relationship. Enhancing social sustainability in women-led MSMEs requires fostering social relationships and empowering women for sustainable development.UMKM berbasis agroindustri merupakan “leading sector” dalam pembangunan pertanian. UMKM berperan dalam meningkatkan daya saing sumberdaya manusia, membuka peluang usaha baru, dan penyerapan tenaga kerja. Peningkatan konsumsi kopi saat ini mendorong persaingan industri kopi lokal dan internasional untuk saling berkompetisi dalam memahami selera konsumen. Dengan mayoritas agroindustri kopi bubuk perempuan berskala mikro kecil di Sumatera Barat, namun memiliki keberlanjutan dari tahun 1958 sampai saat ini menghadapi pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap keberlanjutan sosial dan menganalisis pengaruh modal sosial terhadap keberlanjutan sosial memalui orientasi kewirausahaan. Metode pengumpulan data dengan teknik sensus terhadap 160 responden UMKM kopi bubuk. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perempuan wirausaha pada usia produktif, yaitu 90,7 persen atau sebanyak 145 orang dengan rentang usia 25 tahun sampai dengan 64 tahun. Tingkat pendidikan perempuan dengan persentase tertinggi pada tingkat SMA/SMK sebesar 57,5 persen. Pengalaman kerja dengan persentase tertinggi pada rentang waktu kurang dari 10 tahun. Modal sosial memiliki pengaruh positif (0,77) terhadap keberlanjutan sosial dengan nilai T-Statistik (17,44) yang menyatakan hubungan modal sosial terhadap keberlanjutan sosial berpengaruh nyata. Orientasi kewirausahaan terhadap keberlanjutan sosial, memiliki pengaruh positif 0,06 dengan nilai T-Statistik (0,11) menyatakan hubungan yang tidak signifikan. Sehingga modal sosial berpengaruh langsung tehadap keberlanjutan sosial dan orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh nyata memediasi hubungan modal sosial terhadap keberlanjutan sosial. Untuk mendorong keberlanjutan sosial UMKM perempuan perlu melihat pola hubungan sosial yang dibutuhkan. Sehingga tercipta pemberdayaan perempuan untuk pembangunan berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Novita, N., Burhanuddin, & Pambudy, R. (2025). ANALISIS KEBERLANJUTAN SOSIAL UMKM KOPI BUBUK PEREMPUAN WIRAUSAHA DI SUMATERA BARAT. Jurnal Agribisnis Indonesia, 13(2), 399–412. https://doi.org/10.29244/jai.2025.13.2.399-412
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.