Kesiapan Indonesia Menghadapi Kejadian Luar Biasa Polio

  • Tanoto A
  • Sutarto J
  • Susanto H
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sejak peluncuran Global Polio Eradication Initiative (GPEI) pada tahun 1988, upaya eradikasi polio secara global telah berhasil mengurangi kasus polio hingga 99% dan menghapus virus polio tipe 2 pada tahun 2015. Di Indonesia, meskipun telah mendapat sertifkasi bebas polio pada tahun 2014, KLB polio tetap ada. KLB polio terkini melibatkan virus circulating vaccine-derived poliovirus (cVDPV) dan vaccine-derived poliovirus type 2 (VDPV2), yang menyoroti kelemahan akibat cakupan imunisasi yang fuktuatif dan dampak pandemi COVID-19 yang mengganggu program imunisasi rutin. Upaya pemerintah melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan strategi outbreak response immunization (ORI) bertujuan untuk menanggulangi KLB, namun tantangan logistik, edukasi masyarakat, dan kekurangan sumber daya manusia masih signifkan. Indonesia menghadapi masalah dalam memastikan cakupan imunisasi yang konsisten, terutama di daerah-daerah risiko tinggi seperti Papua. Pendekatan holistik yang melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan serta peningkatan upaya komunikasi dan koordinasi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman polio ke depan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tanoto, A. M., Sutarto, J., & Susanto, H. (2025). Kesiapan Indonesia Menghadapi Kejadian Luar Biasa Polio. Cermin Dunia Kedokteran, 52(9), 630–635. https://doi.org/10.55175/cdk.v52i9.1617

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free