MEREDAM BUDAYA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL

  • Almutasir M
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dewasa ini, kebebasan berpendapat di Indonesia terhitung semakin senang dan terbilang mudah. Hal ini dikarenakan support dari media sosial yang saat ini telah menjadi backbone (tulang punggung) komunikasi era modern. Saat ini, kemudahan tersebut bisa dicermati dari hingar-bingarnya media sosial dengan berbagai bentuk unggahannya. Misalnya tulisan, foto  maupun video. Kendati demikian, kemudahan berpendapat dan menyalurkan kritikan di media sosial, nampaknya kerap disalah artikan. Kemudahan yang seharusnya berguna untuk mempermudah akses berekspresi, Nyatanya kini cenderung  tak karuan bahkan hilang kendali. Kemudahan ini di anulir oleh sebagian oknum untuk menyelipkan perkara ujaran kebencian (hate speech),kebohongan (Hoax), Sara, permusuhan dan adu domba, yang pada akhirnya, perkara ini berakibat pada terganggunya stabilitas dan kehangatan dalam bernegara. penelitian ini ingin mencoba mengungkap tentang Budaya Hate speech diomedia sosial yang terjadi ditengah masyarakat Indonesia, budaya ini adalah  fenomena bahaya yang mengancam keutuhan serta kedaulatan Indoneia. Diawali dengan menghasut publik dengan tujuan menyulut kebencian khalayak ramai, kemudian memicu kegaduhan sosial yang kemudian  memicu hadirnya keretakan dalam hubungan berbangsa, dan akhirnya berdampak buruk pada runtuhnya kesatuan bangsa dan kedaulatan negara.

Cite

CITATION STYLE

APA

Almutasir, M. (2022). MEREDAM BUDAYA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL. JURNAL ISLAMIKA, 4(2), 64–72. https://doi.org/10.37859/jsi.v4i2.3076

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free