Analisis Manajemen Risiko Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Pada UMKM Kerupuk Amplang Kecamatan Reteh Riau

  • Misna M
  • Putra Hafiz A
  • Budianto A
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research aims to analyze the risk management carried out by Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) operating in the shrimp amplang cracker industry in Reteh District. Prawn amplang crackers are a popular traditional food in Reteh District.The research methods used were direct interviews with the owners of MSME amplang prawn crackers, field observations, and literature study. The data collected includes nformation about the types of risks faced, steps taken to reduce risks, and the impact of these risks on the MSME of amplang shrimp crackers. The research results show that Amplang cracker MSME face various types of risks, including raw material risk, competition risk, financial risk and operational risk. To reduce the risk of raw materials, some MSME players collaborate with local fishermen to ensure a stable supply of raw materials. Competition risks are overcome by innovating products and marketing strategies. The impact of risks that are not well managed can have a negative impact on the MSME of amplang shrimp crackers, such as decreasing product quality, decreasing sales and financial instability. Therefore, effective risk management is very important for the operational continuity of the Amplang shrimp cracker MSME.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko yang dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di industri kerupuk amplang udang di Kecamatan Reteh. Kerupuk amplang udang merupakan salah satu makanan tradisional yang populer di Kecamatan Reteh. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara langsung dengan pemilik UMKM kerupuk amplang udang, observasi lapangan, dan studi pustaka. Data yang dikumpulkan meliputi informasi tentang jenis risiko yang dihadapi, langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko, dan dampak dari risiko tersebut terhadap UMKM kerupuk amplang udang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM kerupuk amplang menghadapi berbagai jenis risiko, antara lain risiko bahan baku, risiko persaingan, risiko keuangan, dan risiko operasional. Untuk mengurangi risiko bahan baku, pelaku UMKM sebagian menjalin kerjasama dengan para nelayan lokal untuk memastikan pasokan bahan baku yang stabil. Risiko persaingan diatasi dengan melakukan inovasi produk dan strategi pemasaran. Dampak dari risiko yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap UMKM kerupuk amplang udang, seperti penurunan kualitas produk, penurunan penjualan, dan ketidakstabilan keuangan. Oleh karena itu, manajemen risiko yang efektif sangat penting bagi kelangsungan operasional UMKM kerupuk amplang udang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Misna, M., Putra Hafiz, A., & Budianto, A. (2025). Analisis Manajemen Risiko Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Pada UMKM Kerupuk Amplang Kecamatan Reteh Riau. Manajemen Keuangan Syariah, 5(1), 18–38. https://doi.org/10.30631/makesya.v5i1.3034

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free