Penerapan Arsitektur Neo Vernakuler Pada Desain Bentuk Pusat Pengolahan Kopi Di Kabupaten Enrekang

  • Aldi Septyadi Arsyad
  • Marwati M
  • AS Z
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kopi merupakan salah satu hasil pertanian yang termasuk sebagai produk unggulan Indonesia. Kopi Indonesia menduduki peringkat keempat dunia dalam hal tingkat output produksinya. Salah satu penghasil kopi terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan terletak di Kabupaten Enrekang. Produksi Kopi Arabica di Kabupaten Enrekang bisa mencapai diatas 1000 ton per tahun. Dengan adanya Balai Pengolahan Kopi ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkenalkan kualitas cita rasa biji kopi Enrekang sehingga dapat menjadi komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan menerapkan konsep arsitektur neo-vernakular dimaksudkan agar pusat pengolahan kopi yang dikelola secara profesional dapat mengedepankan pengelolaan modern tanpa meninggalkan aspek arsitektur lokal Massenrempulu atau Enrekang. Hasil penerapan konsep vernakular pada bangunan pengolahan berupa bukaan berupa atap rumah Enrekang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aldi Septyadi Arsyad, Marwati, M., & AS, Z. (2023). Penerapan Arsitektur Neo Vernakuler Pada Desain Bentuk Pusat Pengolahan Kopi Di Kabupaten Enrekang. TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a1

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free