Abstract
Desa Gegelang merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Manggis, kabupaten Karangasem. Banjar yang ada di Gegelang berjumlah 6 buah, yaitu Telengan, Karanganyar, Gegelang, Pakel, Babakan dan Panggung. Desa ini mempunyai potensi hasil alam yaitu pohon kelapa. Kelapa mempunyai banyak manfaat, salah satunya batang dari daun kelapa dapat dimanfaatkan untuk membuat produk kerajinan anyaman yaitu ingke. Di Bali, Ingke digunakan sebagai tempat sesaji dalam sembahyang. Tidak hanya sebagai tempat sesaji atau sesaji, ingke juga digunakan sebagai piring makan yang biasanya di atasnya dilapisi dengan daun pisang atau kertas minyak. Fenomena yang cukup menarik dalam kerajinan ingke adalah tren penggunaan ingke saat ini sebagai pengganti wadah persembahan atau sebagai pengganti piring dan wadah lainnya karena dinilai sangat efisien dan efektif. Namun fenomena yang terjadi di kalangan perajin di Andakasa justru semakin menurun. Hal ini disebabkan permasalahan antara lain terbatasnya stik yang dijual di area pasar, penjualan disesuaikan dengan pesanan, jumlah pesanan tidak dapat dipenuhi ketika bahan baku kekurangan, bahan baku yang dihasilkan belum berpola, nilai atau harga produk. masukannya didasarkan pada proses. tawar-menawar dan tidak adanya standar yang baku, kondisi pasar yang semakin kompleks dan persaingan dalam perdagangan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat dapat ikut serta bersama-sama membantu meningkatkan jumlah penjualan produksi ingke, sehingga dapat meningkatkan perekonomian khususnya Banjar Pakel di Desa Gegelang.
Cite
CITATION STYLE
Surasmi, I. A., Rini, I. G. A. I. S., & Yasa, I. M. J. (2023). Pemanfaatan Lidi Menjadi Kerajinan Ingke Dalam Peningkatan Perekonomian Usaha Mikro di Desa Gegelang, Karangasem. Postgraduated Community Service Journal, 4(2), 87–92. https://doi.org/10.22225/pcsj.4.2.2023.87-92
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.