Abstract
Prevalensi kejadian stunting pada balita di wilayah Kabupaten Sarmi sangatlah tinggi yaitu mencapai 22,5%. Pada tahun 2024 survei yang dilakukan di Wilayah Puskesmas Betaf mencatat bahwa sebesar 21,2% balita mengalami stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengatasi kejadian stunting yang tinggi di kampung komram melalui pemberdayaan pada Ibu Posyandu. Metode kegiatan ini yaitu dengan pemberian sosialisasi, pelatihan, penerapan tekhnologi, pendapingan dan evaluasi serta solusi dalam keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang pencegahan dan pengendalian stunting. Kelompok ibu Posyandu berhasil memanfaatkan pekarangan rumah untuk menerapkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan budidaya ikan dengan sistem akuaponik. Mitra mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau status gizi dan meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kemandirian pangan mitra, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas lokal, untuk menurunkan angka stunting secara signifikan pada Kampung Komra.
Cite
CITATION STYLE
Mendrofa, H., Boli, E. B., Agamawan, L. P. I., Kartika, K., & Wenda, Y. (2024). Bebas Stunting Melalui Melek Informasi Kesehatan dan Mandiri Pangan Berbasis Teknologi pada kelompok Ibu- ibu Posyandu Kampung Komra. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(4), 3001–3012. https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5742
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.