Abstract
Penyakit sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, dan degradasi moral merupakan persoalan serius yang dihadapi masyarakat modern. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis nilai dan lemahnya internalisasi ajaran agama dalam kehidupan generasi muda. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak, karakter, serta pengendalian diri peserta didik agar terhindar dari berbagai bentuk perilaku menyimpang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Islam dalam mencegah penyakit sosial, mengkaji strategi dan pendekatan Pendidikan Islam yang efektif, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah sumber-sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen relevan yang membahas Pendidikan Islam dan penyakit sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Islam berperan penting sebagai benteng moral melalui penanaman nilai akidah, ibadah, dan akhlak. Strategi keteladanan, pembiasaan, penguatan pendidikan karakter, konseling Islami, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat terbukti efektif dalam meminimalkan penyakit sosial. Namun demikian, implementasi Pendidikan Islam masih menghadapi kendala seperti kurangnya keteladanan pendidik, lemahnya peran keluarga, pengaruh globalisasi dan media digital, serta belum optimalnya sinergi antar lembaga pendidikan dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, penguatan Pendidikan Islam secara komprehensif dan kontekstual menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun generasi yang berkarakter dan berintegritas.
Cite
CITATION STYLE
Rahman, A., Hamka, G., Ondeng, S., & Usman, S. (2026). Pendidikan Islam dan Penyakit Sosial. Tarbiyah Islamiah: Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 1(2), 78–84. https://doi.org/10.52615/tijipi.v1i2.21
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.