Abstract
Nutritional problems that may arise during emergencies include malnutrition in infants and toddlers, infants not receiving breast milk (ASI) due to separation from their mothers, and toddlers lacking adequate complementary feeding (MP-ASI). According to recent data in 2022, the prevalence of stunting among toddlers in Palu City was recorded at 24.7%, with wasting at 12.8%, underweight at 24.7%, and overweight observed in 1.9% of toddlers. This community service program aimed to ensure the availability of trained human resources to implement Infant and Young Child Feeding (IYCF) practices and provide breastfeeding counseling for pregnant and lactating mothers in disaster-affected areas. The activities involved educational socialization and hands-on IYCF training. The training utilized presentations and practical sessions, including the preparation of homemade complementary foods (MP-ASI). Participants were taught how to process and select appropriate types of homemade MP-ASI. The results indicated a noticeable increase in participants’ knowledge following the training. This suggests that IYCF training is essential, as it significantly enhances understanding and supports effective application in practice. Practical application without sufficient knowledge may lead to suboptimal outcomes. It is hoped that, following this program, community members particularly mothers of toddlers will be able to implement appropriate IYCF practices at home. --- Permasalahan gizi yang berpotensi muncul antara lain meliputi kejadian gizi kurang pada bayi dan balita, kondisi di mana bayi tidak memperoleh Air Susu Ibu (ASI) akibat terpisah dari ibunya, serta keterbatasan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang adekuat pada balita. Berdasarkan data tahun 2022, prevalensi balita stunted di Kota Palu tercatat sebesar 24,7%, dengan prevalensi wasted sebesar 12,8%, underweight sebesar 24,7%, dan overweight sebesar 1,9%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih dalam pelaksanaan konseling PMBA dan menyusui bagi Ibu hamil dan Ibu menyusui di wilayah terdampak bencana. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk sosialisasi dan praktik PMBA. Media yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu presentasi dengan power point dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan MP-ASI. Praktik pembuatan MP-ASI berupa kegiatan mengenai cara pengolahan MP-ASI, jenis MP-ASI home made. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ada peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan PMBA sangat penting diberikan karena dapat mempengaruhi pengetahuan peserta yang sangat mendukung ketika dilakukan praktik PMBA. Karena praktik tanpa pengetauan yang baik tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tim pengabdian masyarakat berharap setelah kegiatan ini masyarakat khususnya ibu yang punya balita bisa mempraktikan PMBA yang tepat di rumah.
Cite
CITATION STYLE
Ummu Aiman, Nurulfuadi, Hijra, Reny Rahmawati, Diah Ayu Hartini, Rizka Nur Aulia, & I Nyoman Agus Septiawan. (2025). PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SAAT KONDISI DARURAT BENCANA PADA KADER POSYANDU DAN IBU BALITA DI KELURAHAN DUYU. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(3), 743–751. https://doi.org/10.20956/pa.v9i3.37104
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.