Abstract
Posyandu mempunyai peran penting sebagai salah satu kegiatan sosial bagi ibu-ibu untuk memantau tumbuh kembang anak. Pemantauan pertumbuhan anak melalui penimbangan balita yang dilakukan secara berkala pada setiap bulannya akan dicatat pada sistem Kartu Menuju Sehat (KMS). Hambatan kemajuan pertumbuhan berat badan anak dapat segera terlihat pada kurva pertumbuhan hasil pengukuran periodik yang tertera dan dicatat pada KMS tersebut. Naik turunnya jumlah anak balita yang mengalami hambatan pertumbuhan dapat segera terlihat dalam jangka waktu pendek (bulan) dan dapat segera diteliti lebih jauh penyebabnya, dan secepat mungkin dapat dibuat rancangan untuk diambil tindakan penanggulangan. Bekerjasama dengan Kader Posyandu dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah berupa Teambased learning (TBL) dan Pendampingan Kader pada saat pelaksanaan kegiatan. Pemberian edukasi berupa pelatihan pada semua petugas gizi dan para Kader di Posyandu Kelurahan Tamua mengenai pencegahan stunting dengan hasil peserta memahami pengertian, penyebab, dampak, pencegahan dan deteksi dini stunting dan dapat melakukan teknik pengukuran antropometri anak secara mandiri. Sebaiknya kegiatan dilakukan di semua kelurahan di Kecamatan Tallo sehingga memaksimalkan hasil yang diperoleh. Kata kunci: kader, posyandu, edukasi, pencegahan, stunting
Cite
CITATION STYLE
Hartono, R., Andini, M., & Sartika, D. (2020). PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DAN EDUKASI GIZI PADA IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN TAMUA KOTA MAKASSAR. Media Implementasi Riset Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.32382/mirk.v1i2.1765
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.