Pelapor Kecurangan: Persepsi Kerugian Personal, Status Pelanggar, Dukungan dan Perlindungan Organisasi

  • Setiany E
  • Zamzami A
  • Agustiningsih S
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Partisipasi karyawan menjadi whistleblower masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang membuat karyawan enggan untuk melaporkan kecurangan yang mereka temui, seperti persepsi kerugian pribadi dan status pelanggar. Di lain sisi terdapat faktor yang memungkinkan karyawan untuk melaporkan kecurangan, seperti dukungan dan proteksi organisasi. Dengan demikian, penelitian ini menguji faktor persepsi kerugian pribadi, status pelanggar, dukungan dan proteksi organisasi terhadap niat pelaporan kecurangan internal. Responden penelitian ini adalah 112 mahasiswa akuntansi yang sudah bekerja baik sektor swasta maupun pemerintahan di DKI Jakarta menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan SEM berbasis kovarian dengan Smart PLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya perlindungan organisasi yang signifikan ber- pengaruh terhadap niat pelaporan kecurangan internal. Sedangkan persepsi keru- gian pribadi, status pelanggar, dan dukungan organisasi tidak signifikan ber- pengaruh terhadap niat pelaporan kecurangan internal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setiany, E., Zamzami, A. H., & Agustiningsih, S. W. (2020). Pelapor Kecurangan: Persepsi Kerugian Personal, Status Pelanggar, Dukungan dan Perlindungan Organisasi. Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 20(2), 186. https://doi.org/10.20961/jab.v20i2.556

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free