PEMBELAJARAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MENYENTUH HATI, MEMBENTUK KARAKTER

  • Dewi Masitoh
  • Erhamwilda
  • Asep Dudi Suhardini
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini merupakan konteks yang bertujuan untuk menyoroti peran krusial dimensi afeksi dalam proses pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam yang berbasis nilai. Dalam praktik pendidikan kontemporer, pendekatan yang terlalu berorientasi pada aspek kognitif telah menyebabkan terabaikannya karakter pelatihan emosional dan spiritual peserta didik. Padahal, Islam memandang pendidikan sebagai proses integral yang menyentuh seluruh aspek manusia: akal, hati, dan jiwa. Melalui kajian pustaka yang mendalam terhadap literatur keislaman, psikologi pendidikan, dan filsafat pendidikan, artikel ini menekankan pentingnya penguatan dimensi afektif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menyentuh hati mencakup tujuan afektif yang mencakup pengembangan spiritualitas, empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. Guru diposisikan bukan hanya sebagai pengajar ( mu'allim ), tetapi juga sebagai murabbi dan muaddib yang membina akhlak dan jiwa peserta didik. Artikel ini juga menawarkan model konteks pembelajaran afektif Islami yang mencakup strategi pengajaran berbasis nilai, pembelajaran reflektif dan empatik, serta sistem evaluasi yang mengintegrasikan penilaian afektif dan spiritual. Implikasi teoritis kajian ini mendorong reformulasi kurikulum berbasis nilai, sementara penerapan praktisnya menekankan pentingnya pelatihan guru dalam kepekaan afektif dan keteladanan moral.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi Masitoh, Erhamwilda, & Asep Dudi Suhardini. (2025). PEMBELAJARAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MENYENTUH HATI, MEMBENTUK KARAKTER. Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter, 2(2), 228–245. https://doi.org/10.29313/masagi.v2i2.7600

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free