Abstract
Proyek konstruksi masih bermasalah dengan munculnya pemborosan ( waste ) atas pekerjaan yang sudah terjadi. Saat ini proyek konstruksi sudah mulai menerapkan lean construction . Dalam implementasinya, lean construction memiliki beberapa tools , salah satunya adalah Last Planner System (LPS). Penelitian tentang last planner system di Indonesia berfokus pada tahap tertentu dan perhitungan percent plan complete (PPC). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh tentang implementasi last planner system secara menyeluruh pada studi kasus Proyek PGT di Jakarta Pusat. Selain tahapan last planner system , dikaji juga tentang kendala, manfaat, dan faktor-faktor krisis keberhasilan implementasi last planner system pada proyek ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan ditindaklanjuti dengan wawancara kepada pihak-pihak yang ikut serta dalam kegiatan last planner system di Proyek PGT. Dengan menggunakan metode skoring dan analisis deskriptif, diperoleh bahwa implementasi last planner system pada Proyek PGT sudah menerapkan seluruh tahapan ideal dari last planner system. Kendala dominan yang dirasakan adalah dibutuhkannya sumber daya ekstra, kurangnya pengetahuan dan pemahaman last planner system , serta adanya penolakan dan kurang komitmen dalam menerapkan hal baru. Manfaat yang dominan adalah tim kerja dapat mengetahui detail kegiatan dalam waktu tertentu, setiap target yang tidak tercapai dapat teridentifikasi alasan ketidakberhasilannya, serta adanya evaluasi percent plan complete, reason for non-completion , dan why why analysis untuk peningkatan perencanaan selanjutnya.
Cite
CITATION STYLE
Salam, I. Z., Setiono, S., & Rifai, M. (2023). IMPLEMENTASI LAST PLANNER SYSTEM PADA PROYEK PGT. Matriks Teknik Sipil, 11(2), 152. https://doi.org/10.20961/mateksi.v11i2.75614
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.