"U Puna Maisi'a Yari Maisi'a": Kajian Teologi Kontekstual Terkait Pandangan Orang Maneo di Seram Utara tentang Tanah dan Hutan bagi Kemanusiaan Mereka

  • Paays H
  • Gaspersz S
  • Hetharia H
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstractThis article examines the perspective of the Maneo community on land and forest as identity. Based on an oral tradition, the Maneo people understand land and forest as medium for meeting Lahatala (the supreme god, the creator, the sacred) and their ancestors to interconnect with other creations. The destruction and control of the land of the Maneo people not only destroy their lives and future but also harm their cultural andreligious identities. Using a qualitative research method, this article studies Maneo people’s views on land and forests in relation to their existence and identity. Through the presentation of Maneo’s perspective on U’puna maisi’a yari maisi’a as an entry point, this study explores the realities of land tenure and forest destruction in Maneo, and the way thechurch responds to the situation. As a conclusion, this article offers a contextual theology about humanizing humans in the concept of Maneo society. AbstrakTulisan ini hendak menggali perspektif orang Maneo tentang tanah dan hutan sebagai identitas dirinya. Memegang teguh prinsip kultural (turun temurun dari) yang diturun-alihkan leluhur, orang Maneo memahami tanah dan hutan sebagai medium perjumpaan dengan Lahatala (Tuhan Pencipta, yang sakral) dan leluhur, serta sebagai cara berelasi dengan sesamanya dan ciptaan lainnya. Penulis menandaskan, penghancuran dan penguasan lahan tidak saja menjadi kekelaman masa depan orang Maneo, melainkan jugameluluhlantahkan identitas kultural dan religi mereka. Melalui metode pendekatan kualitatif, tulisan ini hendak menggali pandangan orang Maneo tentang tanah dan hutan bagi eksistensi dan identitas mereka. Pertama-tama, penulis memperlihatkan perspektif orang Maneo tentang U’puna maisi’a yari maisi’a. Hal itu menjadi pintu masuk untuk mendalami realitas gempuran penguasaan tanah dan pengrusakan hutan yang marak terjadi di Maneo. Lantas, bagaimana gereja memaknai fenomena tersebut. Akhirnya, tulisan ini diakhiri dengan tawaran teologi kontekstual tentang memanusiakan manusia dalam konsep orang Maneo.

Cite

CITATION STYLE

APA

Paays, H. J., Gaspersz, S. G. Ch., & Hetharia, H. H. (2022). “U Puna Maisi’a Yari Maisi’a”: Kajian Teologi Kontekstual Terkait Pandangan Orang Maneo di Seram Utara tentang Tanah dan Hutan bagi Kemanusiaan Mereka. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 7(1), 1. https://doi.org/10.21460/gema.2022.71.700

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free