Abstract
soepomo sekulaKemampuan penyesuaian sosial yang sehat terhadap lingkungan merupakan salah satu prasyarat penting bagi terciptanya kesehatan jiwa atau mental individu. Seorang bina daksa yang akan memperoleh pelatihan selama kurang lebih satu tahun dihadapkan pada masalah penyesuaian sosial. Masalah penyesuaian sosial ini muncul karena beragamnya tempat asal bina daksa. Artikel ini membahas bagaimana keterkaitan kematangan emosi dan dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada bina daksa. Seorang bina daksa yang memiliki kematangan emosi serta dukungan sosial yang baik maka akan memiliki kecenderungan melakukan penyesuaian terhadap lingkungan sosialnya dengan baik pula. Sehingga semakin baik kematangan emosi dan dukungan sosial yang dimiliki individu maka akan semakin tinggi ia dapat melakukan penyesuaian sosial dengan baik, juga sebaliknya apabila individu kurang dalam memiliki kematangan emosi dan dukungan sosial, maka ia cenderung memiliki penyesuaian sosial yang rendah. Rekomendasi yang diusulkan agar seorang bina daksa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara baik ialah dengan mematuhi aturan-aturan selama di asrama, saling peduli dengan sesama bina daksa dan saling terbuka bila membutuhkan tempat untuk bercerita baik dengan sesama bina daksa maupun dengan pembina asrama. Tentunya pembina asrama diharapkan untuk lebih memperhatikan bina daksa, mendengarkan saat mereka membutuhkan tempat untuk bercerita serta mengarahkan bina daksa agar mereka merasa diperhatikan dan merasa nyaman selama tinggal di asrama.
Cite
CITATION STYLE
Afifah, T. N., Purwandari, E., & Lestari, R. (2020). KEMATANGAN EMOSI, DUKUNGAN SOSIAL, DAN PENYESUAIAN SOSIAL BINA DAKSA. Sosio Informa, 6(1). https://doi.org/10.33007/inf.v6i1.2116
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.