Faktor Determinan Kejadian HIV pada Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) di Indonesia Tahun 2018

  • Hasby R
  • Korib M
N/ACitations
Citations of this article
92Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jumlah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di Indonesia terus meningkat dan masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu diantaranya kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Prevalensi HIV pada LSL di Indonesia berdasarkan data Kemenkes Tahun 2015 masih cukup tinggi yaitu 25,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian HIV pada kelompok LSL. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) HIV AIDS dan IMS Kemenkes Tahun 2018 dan jumlah sampel sebanyak 4.284 LSL. Analisis univariat dan bivariat dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan umur LSL ≥25 tahun, tidak kawin, tidak melakukan sirkumsisi, pernah mengikuti pesta seks, dan status sifilis positif merupakan faktor risiko untuk kejadian HIV pada LSL. Berikut hasilnya secara berurutan PR= 1.82 (95% CI: 1,58-2,09; p-value 0,0001);  2,54 (95% CI: 1,89-3,41; p-value 0,0001); 1,23 (95% CI: 1,04-1,46; p-value 0,019); 1,36 (95% CI: 1,10-1,67; p-value 0,006); dan 3,41 kali (95% CI: 3,02-3,86; p-value 0,0001). Status positif sifilis merupakan faktor risiko terbesar terhadap kejadian HIV pada LSL.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hasby, R., & Korib, M. (2021). Faktor Determinan Kejadian HIV pada Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) di Indonesia Tahun 2018. Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 1–9. https://doi.org/10.56338/pjkm.v11i1.1511

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free