Abstract
Latar belakang: Status gizi yang tidak memadai pada balita merupakan salah satu tantangan serius dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di banyak negara, termasuk Indonesia. Data dari Riskesdas mengungkapkan prevalensi balita usia 0-59 bulan berdasarkan indeks BB/U tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Utara, terdapat 4,21% kasus gizi buruk dan 11,23% kasus gizi kurang. Selain itu, berdasarkan indeks TB/U, 9,77% balita mengalami keterlambatan pertumbuhan yang signifikan dan 15,69% balita memiliki tinggi badan pendek. Berdasarkan indeks BB/TB, 2,86% balita dikategorikan sebagai sangat kurus dan 6,67% mengalami kondisi kurus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi balita di Kabupatan Bolaaang Mongondow Timur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan data sekunder dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Hasil: Analisis dengan menggunakan uji statistik chi-square berdasarkan BB/U nilai p=0,758, TB/U nilai p=1,00, dan BB/TB nilai p=1,00. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara makanan pendamping ASI dengan status gizi berdasarkan BB/U, TB/U, dan BB/TB. Kata kunci: makanan pendamping asi, status gizi, balita.
Cite
CITATION STYLE
Tampi, E., Kawengian, S. E. S., & Bolang, A. S. L. (2024). Hubungan antara ketepatan waktu pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 12(2), 613–618. https://doi.org/10.35790/jkkt.v12i2.57900
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.