Abstract
Latar Belakang: Daun okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan sumber senyawa fenolik alami yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi dikembangkan dalam sediaan farmasi serta kosmetik berbasis bahan alam. Namun, warna hijau pekat ekstrak akibat kandungan klorofil dapat menurunkan nilai estetika produk, sehingga diperlukan proses dekolorisasi tanpa mengurangi kandungan senyawa bioaktifnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan dekolorisasi menggunakan karbon aktif terhadap intensitas warna dan kadar fenolik total ekstrak daun okra. Metode: Ekstrak daun okra diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Proses dekolorisasi dilakukan dengan variasi konsentrasi karbon aktif (0,5–8%) dan waktu kontak (2–72 jam). Intensitas warna diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 663,50 nm. Kadar fenolik total dianalisis dengan metode Folin–Ciocalteu dan dinyatakan sebagai mg GAE/g ekstrak. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah pada taraf signifikansi 0,05. Hasil: Karbon aktif terbukti mampu menurunkan intensitas warna ekstrak melalui mekanisme adsorpsi. Variasi konsentrasi karbon aktif tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar fenolik total (p = 0,71), sedangkan variasi waktu kontak berpengaruh signifikan (p = 0,0014). Kondisi optimum diperoleh pada waktu kontak 24 jam, yang menunjukkan penurunan intensitas warna tanpa penurunan kadar fenolik secara bermakna. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara penurunan absorbansi dan kadar fenolik total (ρ = 0,102; p = 0,555), sehingga proses dekolorisasi berlangsung secara selektif. Kesimpulan: Perlakuan dekolorisasi menggunakan karbon aktif efektif memperbaiki tampilan warna ekstrak daun okra tanpa mengurangi kadar fenolik total secara signifikan. Waktu kontak optimum adalah 24 jam, sehingga metode ini berpotensi meningkatkan kualitas sediaan farmasi dan kosmetik berbasis bahan alam.
Cite
CITATION STYLE
Saepudin, S., Hartono, K., Khoerunnisa, A., Rahmayanti, N., & Febriani, R. (2026). Pengaruh Perlakuan Dekolorisasi Karbon Aktif terhadap Intensitas Warna dan Kadar Fenolik Total dari Ekstrak Daun Okra (Abelmoschus esculentus L.). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 657–663. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i1.1156
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.