Abstract
Pantai Segara Kusamba merupakan salah satu daerah penghasil ikan tongkol terbesar di Provinsi Bali sehingga nelayan menjadikan ikan tongkol (Auxis thazard) sebagai target utama tangkapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian status domain teknik penangkapan ikan pada EAFM demi terwujudnya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Indikator yang diamati antara lain metode penangkapan ikan yang destruktif dan/atau ilegal, modifikasi alat penangkap ikan dan alat bantu penangkapan, kapasitas penangkapan dan upaya penangkapan, serta selektifitas alat tangkap. Analisis data menggunakan skor likert berbasis ordinal 1, 2, 3. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November – Desember 2019 dengan selang waktu 1 minggu sebanyak 8 kali. Armada penangkapan ikan di Pantai Segara Kusamba menggunakan jukung dengan mesin motor tempel (<5 GT) atau setara 15 PK dengan alat tangkap jaring insang dan pancing ulur. Daerah penangkapan ikan yang dilakukan yaitu di perairan Kusamba hingga mendekati perairan Nusa Penida. Indikator metode peanngkapan ikan yang destruktif dan/atau ilegal memperoleh skor 3. Indikator modifikasi alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan memperoleh skor 1. Indikator kapasitas perikanan dan upaya penangkapan memperoleh skor 3. Dan indikator selektifitas alat tangkap memperoleh skor 3. Domain teknik penangkapan ikan memperoleh nilai komposit sebesar 80,4 dengan deskripsi baik sekali dan model bendera berwarna hijau tua.
Cite
CITATION STYLE
Pratama, I. G. A. B. A. P., Arthana, I. W., & Pratiwi, M. A. (2020). An Ecosystem Approach to Small-Scale Cob Fishery Management through the Assessment of the Fishing Domain in Bali’s Kusamba Waters. Journal of Tropical Fisheries Management, 4(2), 38–48. https://doi.org/10.29244/jppt.v4i2.32772
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.