Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan emotional eating pada mahasiswa perempuan yang sedang mengerjakan skripsi. Lazarevich, dan kawan-kawan (2015) menjelaskan bahwa ketika seseorang merasakan emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan atau kesepian, akan menimbulkan respon berupa emotional eating. Emotional eating merupakan bentuk coping strategy untuk mengatasi stres dan kecemasan. Penelitian ini dilakukan pada 198 mahasiswa perempuan yang sedang mengerjakan skripsi usia 21-22 tahun. Alat ukur yang digunakan yaitu skala Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan skala Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Pearson’s r dengan bantuan program Jamovi 1.6.6.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,14 dengan nilai p-value sebesar 0,04. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat positif, yang berarti semakin tinggi stres maka semakin tinggi emotional eating pada mahasiswa perempuan yang sedang mengerjakan skripsi.
Cite
CITATION STYLE
Gryzela, E., & Ariana, A. D. (2021). Hubungan antara Stres dengan Emotional Eating pada Mahasiswa Perempuan yang sedang Mengerjakan Skripsi. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 18–26. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24328
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.