Mengkonstruksi Etika Kristiani tentang Korupsi dan Sikap Anti-Korupsi melalui Lensa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

  • Elia N
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Korupsi merupakan realita yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan. Oleh karenanya, kita perlu mengupayakan sifat anti-korupsi sebagai cara untuk hidup jujur dan melawan korupsi. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pandangan tentang korupsi yang ada dalam naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Melalui naskah tersebut, dijumpai berbagai kisah mengenai korupsi yang dilakukan oleh beberapa tokoh Alkitab, berikut juga pandangan teologis beberapa tokoh mengenai tindakan korupsi. Melalui kisah-kisah tersebut, dapat dijumpai bahwa korupsi merupakan sebuah tindakan yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan. Melalui penelaahan terhadap naskah Alkitab, dikonstruksikan pandangan etis mengenai tindakan korupsi dan pencegahannya dalam sudut pandang etika. Nilai utama dari pandangan etis mengenai tiga sikap tersebut adalah kejujuran. Konstruksi etis tersebut berimplikasi pada misi gereja di dalam memperjuangkan sikap anti-korupsi. Perjuangan sikap anti-korupsi tersebut menubuh pada tiga tugas dan panggilan gereja di dunia, sehingga gereja dapat menjadi katalis dalam mencegah korupsi. Hal ini perlu diupayakan karena gereja dipanggil untuk selalu menyatakan kebenaran di dunia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Elia, N. B. (2023). Mengkonstruksi Etika Kristiani tentang Korupsi dan Sikap Anti-Korupsi melalui Lensa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 7(2), 104–118. https://doi.org/10.37368/ja.v7i2.517

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free