Dakwah Multikultural di Era Globalisasi: Tantangan Polarisasi dan Peluang Dialog

  • Yasa A
  • Mahmudin M
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Era globalisasi membawa perubahan besar dalam tatanan sosial, politik, dan budaya umat manusia. Arus informasi dan mobilitas lintas negara telah menciptakan masyarakat yang semakin majemuk, namun di sisi lain juga menimbulkan ketegangan identitas dan polarisasi. Dakwah Islam sebagai aktivitas penyebaran nilai-nilai kebenaran memiliki peran strategis dalam membangun dialog multikultural di tengah kompleksitas tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dakwah multikultural dapat berfungsi sebagai sarana dialog lintas budaya dan agama dalam menghadapi tantangan polarisasi global. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan literatur, mengacu pada teori komunikasi lintas budaya dan prinsip dakwah Islam moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural yang berorientasi pada inklusivitas, toleransi, dan kolaborasi lintas iman merupakan solusi efektif dalam memperkuat kohesi sosial di era globalisasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yasa, A. N. S., & Mahmudin, M. (2025). Dakwah Multikultural di Era Globalisasi: Tantangan Polarisasi dan Peluang Dialog. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(1), 420–422. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.13125

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free