Abstract
Era globalisasi membawa perubahan besar dalam tatanan sosial, politik, dan budaya umat manusia. Arus informasi dan mobilitas lintas negara telah menciptakan masyarakat yang semakin majemuk, namun di sisi lain juga menimbulkan ketegangan identitas dan polarisasi. Dakwah Islam sebagai aktivitas penyebaran nilai-nilai kebenaran memiliki peran strategis dalam membangun dialog multikultural di tengah kompleksitas tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dakwah multikultural dapat berfungsi sebagai sarana dialog lintas budaya dan agama dalam menghadapi tantangan polarisasi global. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan literatur, mengacu pada teori komunikasi lintas budaya dan prinsip dakwah Islam moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural yang berorientasi pada inklusivitas, toleransi, dan kolaborasi lintas iman merupakan solusi efektif dalam memperkuat kohesi sosial di era globalisasi.
Cite
CITATION STYLE
Yasa, A. N. S., & Mahmudin, M. (2025). Dakwah Multikultural di Era Globalisasi: Tantangan Polarisasi dan Peluang Dialog. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(1), 420–422. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.13125
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.