Abstract
Berdasarkan hasil survei American Optometric Association tahun 2016 di Amerika Serikat tentang Most Americans Experience Digital Eye Strain from Overexposure to Computers According to Survey, bahwa rata-rata waktu kerja yang digunakan untuk bekerja dengan komputer adalah 5,8 jam atau 69% dari total 8 jam kerja. Penggunaan komputer yang berlebihan kerap kali mengakibatkan peningkatan risiko gangguan kerja. Data Riskesdas 2018 bahwa 94,6% pekerja mengalami cidera karena kelalaian /ketidaksengajaan Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian kelelahan mata pada pekerja kantor yang Work From Home (WFH) di Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan Google Form dilakukan selama satu minggu dengan accidental sampling diperoleh 85 pekerja WFH sebagai sampel. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian kelelahan mata pada responden pekerja perkantoran yang WFH di Kota Padang sebesar 56,5%. Ada hubungan jarak pandang mata ke layar berisiko (p=0,000), waktu istirahat yang tidak cukup (p=0,000), lama bekerja > 8 jam (p=0,000), lama penggunaan HP/laptop/dll yang berisiko (p=0,000), dan lama bekerja WFH (p=0,001) dengan kejadian kelelahan. Disarankan untuk pekerja yang WFH untuk melakukan istirahat yang cukup atau peregangan diantara waktu penggunaan laptop/handphone yang lama serta melakukan kebiasaan menjaga jarak ketika menggunakan gadget
Cite
CITATION STYLE
Yulia, Y., Rizyana, N. P., & Rahmi, A. (2021). Determinan Kelelahan Mata Pada Pekerja Kantor Yang Work From Home (WFH) di Kota Padang. JIK JURNAL ILMU KESEHATAN, 5(2), 247. https://doi.org/10.33757/jik.v5i2.431
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.