KONTEKSTUALISASI AYAT AL-QUR’AN DALAM MENGHADAPI FENOMENA HOAX

  • Masfupah A
N/ACitations
Citations of this article
82Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena hoax yang marak terjadi di masyarakat. Mengapa berita hoax mudah tersebar di masyarakat dan bagaimana sikap kita menghadapi fenomena berita hoax sesuai ayat Al-Qur’an surat An-Nur ayat 11 dan Al-Hujurat ayat 6. Penelitian ini mengambil studi kasus kerusuhan Papua yang terjadi di Manokwari kemudian menyebar ke berbagai daerah yang puncaknya di Surabaya, aparat dan Organisasi Masyarakat mendatangi asrama mahasiswa Papua dengan tuduhan telah melakukan pengrusakan terhadap bendera merah putih. Kemudian ditemukan bahwa penyebabnya adalah berita hoax yang disebarkan oleh Tri Susanti mantan Caleg Gerindra. Polisi sudah menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka dan pemerintah demi menghalau penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di Papua Barat melanjutkan pemblokiran akses internet sampai situasi normal. Penulis juga dapat menyimpulkan bahwa apa yang dituliskan dalam surat An-Nur ayat 11 dan Al-Hujurat ayat 6 bisa diaplikasikan dengan kasus zaman sekarang. Ternyata dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bagaimana cara menyikapi fenomena kasus berita bohong (hoax). Ada beberapa cara untuk mengetahui kebenaran sebuah berita sesuai situs kemenkominfo yaitu hati-hati dengan judul provokatif, liat sumber berita, periksa fakta, keaslian foto dan mengikuti diskusi anti hoax.

Cite

CITATION STYLE

APA

Masfupah, A. (2020). KONTEKSTUALISASI AYAT AL-QUR’AN DALAM MENGHADAPI FENOMENA HOAX. KOMUNIKE, 12(1), 99–113. https://doi.org/10.20414/jurkom.v12i1.2246

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free