Abstract
Pengolahan produk kursi telah mendominasi permintaannya di Indonesia,menuntut produsen untuk selalu dapat mengembangkan inovasi produk tersebut. Kursi multifungsi yang dapat menjadi pembaharuan suatu produk dapat menjadi peluang bagi pasar. Untuk mengetahui keinginan konsumen serta kelayakan usaha ini, maka dilakukan sebuah penelitian mengenai perancangan dan pengembangan produk kursi multifungsi berdasarkan kebutuhan konsumen serta kelayakan usaha yang akan dijalankan pada tahun 2021-2023 di kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan pengembangan produk secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen serta menganalisis kelayakan usaha produk kursi multifungsi. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif yaitu dengan menggunakan Quality Function Deployment(QFD) dan aspek kelayakan bisnis dengan unit analisis produk kursi multifungsi. Hasil pendekatan menggunakan QFD menunjukan terdapat 6karakteristik produk beserta 3 dimensi produk perancangan produk kursi multifungsi dengan bobot absolut dan relatif tertinggi dimiliki oleh dimensi gaya minimalis. Sedangkan hasil yang didapat berdasarkan studi kelayakan usaha didapatNPV > 0, sebesar Rp 323,684,304.9, nilai IRR > bunga deposito senilai 17,5%, nilai Net B/C > 1 sebesar 1.19, payback periodyang kurang dari 2 tahun yaitu 23 bulan dan BEP sebanyak 7 unit. Berdasarkan hal tersebut menyatakan bahwa usaha pembuatan produk kursi multifungsi layak (feasible), sehingga usaha tersebut dapat dijalankan.
Cite
CITATION STYLE
Lestari, L., & Wahyudin, W. (2022). Analisis Kelayakan Bisnis pada Perancangan dan Pengembangan Produk Kursi Multifungsi. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 21(1), 86. https://doi.org/10.20961/performa.21.1.58401
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.