Abstract
Prevalensi hipertensi di Indonesia semakin meningkat setiap tahun terutama pada kelompok lansia. Penurunan tingkat kemandirian lansia akibat hipertensi menjadi perhatian utama dalam rangka pencapaian kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat hipertensi pada lansia dengan tingkat kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling berjumlah 49 lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisa hubungan variabel grade hipertensi dan tingkat kemandirian menggunakan analisis korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukan 55,1% lansia mengalami hipertensi grade II dan 49% lansia mengalami ketergantungan sebagian. Berdasarkan analisa korelasi spearman rank di dapatkan hasil p value 0,000 (<0,05) dan r -0,56 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang cukup kuat antara penyakit hipertensi dengan kemandirian lansia, dengan arah hubungan yang negatif artinya semakin tinggi tekanan darah maka semakin rendah kemandirian lansia. Perubahan tingkat kemandirian lansia yang diakibatkan oleh hipertensi ini seyogyanya menjadi perhatian perawat agar selalu melakukan monitoring grade hipertensi pada lansia secara rutin setiap bulan. Keterlibatan keluarga ditingkatkan untuk memberikan dukungan keluarga yang dapat membantu lansia agar kualitas hidup lansia hipertensi tetap dapat tercapai secara optimal.
Cite
CITATION STYLE
Darmawati, I., & Kurniawan, F. A. (2021). Hubungan antara Grade Hipertensi dengan Tingkat Kemandirian Lansia dalam Activities Of Daily Living (ADLs). Faletehan Health Journal, 8(01), 31–35. https://doi.org/10.33746/fhj.v8i01.153
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.