Abstract
Clay masks are a popular cosmetic due to their ability to rejuvenate the skin and detoxify the face. Clay masks can be made by adding dayak onion leaves and Siamese banjar orange peel, known to be rich in natural antioxidants containing various complex secondary metabolites. The aim of this research is to formulate and evaluate a clay mask preparation made from a combination of ethanol extracts of dayak onion leaves and Siamese banjar orange peel. The samples were extracted using the maceration method with 70% ethanol as a solvent. The ethanol extracts were then formulated into clay masks using kaolin as the base material, with ratios of 1:1, 2:1, and 1:2. The organoleptic evaluation showed no changes in color, odor, or texture of the masks during storage. All formulations were homogeneous with an average pH ranging from 5.19 to 5.97. The viscosity test results ranged from 29.14 to 37.05 Pa’s, the average spreadability was 27.12-38.90 mm, and the drying time ranged from 15.21 to 17.58 minutes. It can be concluded that the ethanol extract combination of dayak onion leaves and Siamese banjar orange peel can be formulated into a stable clay mask and all formulations meet the required physical evaluation.Masker clay merupakan kosmetik yang banyak diminati karena kemampuannya meremajakan kulit dan mendetoksifikasi wajah. Masker clay dapat dibuat dengan penambahan daun bawang dayak dan kulit jeruk siam banjar yang diketahui kaya antioksidan alami dari metabolit sekunder kompleks. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi sediaan masker clay dari kombinasi ekstrak etanol daun bawang dayak dan kulit jeruk siam banjar. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol dari kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan menjadi masker clay menggunakan kaolin sebagai bahan dasar dengan kombinasi 1:1, 2:1, dan 1:2. Hasil organoleptik menunjukkan tidak ada perubahan pada warna, bau, maupun bentuk masker selama penyimpanan. Hasil dari seluruh formulasi bersifat homogen dengan pH rata-rata berkisar antara 5,19 hingga 5,97. Hasil pengujian viskositas yang diperoleh berkisar antara 29,14 hingga 37,05 Pa’s, daya sebar rata-rata 27,12-38,90 mm, dan waktu kering berkisar antara 15,21 hingga 17,58 menit. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun bawang dayak dan kulit jeruk siam banjar dapat diformulasikan sebagai masker clay dan memenuhi syarat uji evaluasi fisik.
Cite
CITATION STYLE
Musiam, S., Ma’ruf, M., & Kumalasari, E. (2024). FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN MASKER CLAY KOMBINASI EKTRAK ETANOL DAUN BAWANG DAYAK DAN KULIT JERUK SIAM. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(3), 430–440. https://doi.org/10.36387/jifi.v7i3.2298
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.