HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG

  • Vanesa A
  • Widianti I
  • . M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu ancaman besar penyakit yang mematikan di beberapa negara, termasuk Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini cenderung lebih berisiko pada perempuan menopause. Indeks massa tubuh bisa memperkirakan obesitas yang mampu meningkatkan akan PJK. Maksud dan tujuan dari studi ini dilakukan adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara IMT terhadap PJK pada perempuan menopause di RS Advent Bandung. Parameter ini diambil dari 52 pasien lalu dianalisis secara analitik dengan jenis metode potong lintang (cross-sectional). Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai IMT terbanyak pada perempuan menopause adalah obesitas (47%), diikuti dengan normal (28%), overweight (23%), dan underweight (2%). Penelitian yang dianalisis dengan metode Chi square menyatakan bahwa pada perempuan menopause tidak ditemukan adanya hubungan yang erat pada IMT terhadap penyakit jantung koroner (p value = 0,148).

Cite

CITATION STYLE

APA

Vanesa, A. S., Widianti, I. G. A., . M., & . Y. (2023). HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG. E-Jurnal Medika Udayana, 12(5), 13. https://doi.org/10.24843/mu.2023.v12.i05.p03

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free