REVITALISASI BEBASO DALAM TERJEMAHAN Al QUR`AN BAHASA PALEMBANG DAN IMPLIKASI PADA PERUBAHAN MAKNA

  • Supriyanto J
  • Idi A
  • Syawaluddin M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikasi yang ditimbulkan oleh revitalitasi bahasa daerah melalui terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Palembang. Lahirnya terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Palembang utamanya dilatarbelakangi kekhawatiran berbagai pihak tentang eksistensi bahasa Palembang alus yang terindikasi terancam punah akibat semakin berkurangnya penutur dan jarangnya penggunaan di masyarakat. Dominasi orientasi penerjemahan ini kemudian berimplikasi pada beberapa aspek, yakni pola penerjemahan tarjamat at-tarjamah atau adanya bahasa perantara antara bahasa sumber dan bahasa sasaran dan terjadinya pergeseran terhadap tujuan dari penerjemahan Al Qur’an. Kedua aspek ini dapat dipandang sebagai pengembangan teoritis keilmuan tarjamat al-Qur’an. Selain itu, terjemahan ini juga berimplikasi pada pergeseran makna sebagai akibat dari kesulitan penerjemah menemukan kata atau kalimat yang sepadan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Supriyanto, J., Idi, A., Syawaluddin, M., Mardiyah, A., & Takrip, M. (2024). REVITALISASI BEBASO DALAM TERJEMAHAN Al QUR`AN BAHASA PALEMBANG DAN IMPLIKASI PADA PERUBAHAN MAKNA. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an Dan Tafsir, 8(2). https://doi.org/10.15575/al-bayan.v8i2.33416

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free