Abstract
Seng banyak berperan dalam berbagai aktivitas biologik penting. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kadar seng plasma yang rendah pada penderita thalassemia mayor anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah darah transfusi, pemberian deferoksamin, dan status gizi dengan kadar seng plasma penderita thalassemia mayor anak. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional dengan subjek penelitian penderita thalassemia mayor berusia kurang dari 14 tahun yang berobat jalan di Poliklinik ThalassemiaAnak RS Hasan Sadikin Bandung selama bulan Mei-Juni 2008. Dilakukan penghitungan jumlah darah transfusi, pemberian deferoksamin dibedakan antara optimal-tidak optimal, status gizi dibedakan menjadi gizi baik-gizi kurang. Analisis statistik dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan uji Chi square, dengan interval kepercayaan 95%. Didapatkan 57 subjek terdiri dari 29 anak laki-laki dan 28 anak perempuan berusia antara 2 tahun 1 bulan dan 13 tahun 9 bulan. Kadar seng plasma berkisar antara 42 dan 91 g/dL (68,65;11,68) dan jumlah darah transfusi berkisar antara 1.680 dan 45.700 mL (17.913,25;10.404,18). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan antara jumlah darah transfusi dan kadar seng plasma dinyatakan dengan r=-0,189; p=0,0795. Uji Chi square tentang hubungan pemberian deferoksamin dan 2 2 status gizi dengan kadar seng plasma dinyatakan dengan x =0,073; p=0,786 dan x =0,468; p=0,494. Kesimpulan: Jumlah darah transfusi, pemberian deferoksamin, dan status gizi tidak memiliki hubungan dengan kadar seng plasma pada penderita thalassemia mayor anak.
Cite
CITATION STYLE
Bachtiar, van R., Fadil, R. M. R., & M. S, A. (2009). Hubungan Jumlah Darah Transfusi, Pemberian Deferoksamin, dan Status Gizi Dengan Kadar Seng Plasma Pada Penderita Thalassemia Mayor Anak. Majalah Kedokteran Bandung, 41(2), 43–49. https://doi.org/10.15395/mkb.v41n2.261
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.