Abstract
Anak sekolah/madrasah merupakan bagian dari elemen masyarakat yang berpeluang besar sebagai salah satu agent perubahan. Selain itu, anak sekolah/madrasah memiliki risiko terhadap penularan DBD. Melihat peluang tersebut maka pada tahun 2014 Kementerian Kesehatan membuat petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan Jumantik-PSN anak sekolah/madrasah. Hal ini didasari oleh terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri pada tahun yang sama. Implementasi program tesebut berkaitan erat dengan kemampuan pemerintah daerah dalam memaksimalkan sumber daya serta sarana dan prasarana yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan UKS/M dalam mengimplementasikan program pengendalian vektor DBD sesuai Petunjuk Teknis Jumantik-PSN anak sekolah tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah evaluasi implementasi dengan desain mixed method, menggabungkan metode kuantitatif dengan kualitatif. Sampel penelitian adalah sebanyak 44 sekolah/madrasah Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) sekolah di Kecamatan Pangandaran adaah 75% dan hal ini menunjukkan adanya risiko penularan DBD di sekolah. Kegiatan UKS/M belum mendukung dalam pengendalian penyakit DBD. Hambatan implementasi program ini meliputi faktor pengetahuan SDM, anggaran, fasilitas serta Komunikasi lintas sektor. Sedangkan faktor pendukungnya adalah sikap positif pelaksana program serta tersedia sarana teknis pelaksanaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Program Jumantik-PSN anak sekolah belum terimplementasi dengan baik dan benar. Kata kunci: Jumantik, PSN, UKS/M, sekolah/madrasah, implementa
Cite
CITATION STYLE
Hendri, J. (2020). Implementasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam Pengendalian Demam Berdarah di Kecamatan Pangandaran. Inovasi, 17(2), 163–173. https://doi.org/10.33626/inovasi.v17i2.234
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.