Abstract
Sistem kelistrikan sultra saat ini memiliki dua pembangkit listrik utama yaitu PLTU Nii Tanasa dengan kapasitas (1x30 MW) dan PLTU Moramo (DSSP) dengan kapasitas (2x50) MW dan juga telah terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan sulawesi selatan dengan adanya penambahan gardu induk di bombana artinya kebutuhan daya pada sistem kelistrikan kendari meningkat yang mana dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan losses dan drop voltage , Tujuan dari penelitian ini adalah melihat kondisi besar nilai Arus,Tegangan,aliran daya aktif dan daya reaktif pada tiap-tiap bus antar saluran, serta melihat nilai arus gangguan hubung singkat pada titik lokasi gangguan. setelah penambahan GI Bombana , pemodelan Single line menggunakan bantuan software ETAP 19.0.1 kemudian menjalankan simulasi Load flow dan short circuit . berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan nilai daya yang dibangkitkan pembangkit setelah masuknya GI Bombana adalah 271,527 MW dimana sebelumnya adalah 211,975 MW, kondisi tegangan sebelum masuknya GI Bombana adalah 96,05% - 99,23% dari yg sebelumnya 97,95 % - 99,53 %, berdasarkan persentase Drop Voltage berada di kisaran 0,022% - ,0,872% yang mana masih berada batas Standar operasional SPLN . Kemudian Total dari Losses pada saluran adalah 1168,92 KW . Nilai arus Hubung Singkat terbesar setelah masuknya GI Bombana pada sistem Sulawesi tenggara untuk arus hubung singkat 3 fasa sebesar 10,267 KA ,fasa ke tanah sebesar 10,637 KA ,fasa ke fasa sebesar 8,920 KA ,dan dua fasa ke tanah sebesar 10,537 KA.
Cite
CITATION STYLE
Malikurrahim, Tachrir, Hay, S., Musaruddin, M., Koedoes, Y., Lolok, A., & Masikki, G. A. N. (2024). Analisis Aliran Daya Terhadap Pengaruh Masuknya Gardu Induk Bombana Pada Sistem Sultra Menggunakan Software ETAP (Electrical Transient Electrical Program). Piston: Jurnal Teknologi, 9(2), 86–99. https://doi.org/10.55679/pistonjt.v9i2.81
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.