Soteoria untuk Missio Dei Anugrah Keselamatan untuk Misi Allah

  • Sihombing A
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Banyak orang Kristen memiliki konsep maupun tindakan yang salah mengenai keselamatan atau soteria. Soteria yang mereka miliki dan  cari hanyalah bersifat antroposentris, yang mementingkan diri sendiri atau berpusat kepada dirinya sendiri. Kecenderungannya adalah egois, yang mementingkan diri, pragmatis dan untuk kemuliaannya sendiri. Allah hanyalah sebagai pelengkap atau objek di dalam kehidupannya, yang mana Ia mencukupi dan memenuhi segala yang diingikannya melalui soteria  atau keselamatan yang telah diberikan-Nya. Soteria antroposentris ini bertentangan atau kontradiksi dengan soteria yang Allah inginkan, yaitu soteria untuk melakukan dan melaksanakan missio Dei atau misi Allah, semuanya adalah kemuliaan Allah atau soli deo glori. Dengan demikian, tulisan ini ingin merespons soteria antroposentris melalui kekristenan Injili menurut perspektif Reformed[1] untuk memurnikan ajaran yang terdapat di dalam Gereja.   [1]Anthony A. Hoekema, Diselamatkan oleh Anugerah (Surabaya: Momentum, 2001) 14.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sihombing, A. F. (2021). Soteoria untuk Missio Dei Anugrah Keselamatan untuk Misi Allah. TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 2(1), 169–183. https://doi.org/10.51828/td.v2i1.116

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free