Psychological well being pada anak pertama Gadih Minangkabau: Sebuah studi psikologi indigenous

  • Klara A
  • Perlitta A
  • Tasya Nabila P
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anak perempuan pertama seringkali mendapatkan kasih sayang dan cinta yang melimpah dari keluarganya. Namun, menjadi anak perempuan pertama tidak seindah hanya menerima kasih sayang dan cinta dari keluarga. Anak pertama perempuan selalu dibayangi dengan berbagai tanggung jawab dan tuntutan, terlebih ketika terlahir di keluarga Minangkabau. Dimana pada suku Minangkabau perempuan itu memiliki peran yang besar di masyarakat. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran psychological well being pada anak perempuan pertama di keluarga Minangkabau. Responden pada penelitian ini berjumlah 49 orang anak perempuan pertama dari keluarga Minangkabau yang telah memasuki usia remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan open ended questionnaire yang kemudian pengolahan datanya dilakuakn menggunakan pendekatan kualitatif analisis tematik. Hasil penelitian ini menggambarkan bagaimana psychological well being yang terlihat dengan penerimaan terhadap peran dan tuntutan yang dilimpahkan kepada anak perempuan pertama gadih Minangkabau.

Cite

CITATION STYLE

APA

Klara, A., Perlitta, A., & Tasya Nabila, P. (2022). Psychological well being pada anak pertama Gadih Minangkabau: Sebuah studi psikologi indigenous. Jurnal Spirits, 12(2), 104–113. https://doi.org/10.30738/spirits.v12i2.13476

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free