PENGEMBANGAN ALGORITMA ECDSA DENGAN MODIFIKASI PERKALIAN SKALAR MENGGUNAKAN DOUBLE BASE CHAIN

  • Kurniawan H
  • Neyman S
  • Wijaya S
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi modifikasi parameter perkalian skalar dalam algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) menggunakan metode Double Base Chain (DBC) dalam Era Revolusi 4.0. ECDSA, sebagai algoritma kriptografi asimetris, umum digunakan untuk memberikan integritas dan otentikasi pada data digital. Penelitian ini menilai apakah penggunaan DBC dapat meningkatkan performa ECDSA dalam hal waktu komputasi dan penggunaan memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modifikasi ECDSA dengan DBC tidak selalu memberikan performa yang superior. Waktu yang dibutuhkan untuk key generation, signing, dan verification cenderung lebih lama, dan penggunaan memori bervariasi tergantung pada konfigurasi dan parameter tertentu. Faktor-faktor seperti struktur kurva, panjang kurva, parameter kurva, dan implementasi memiliki dampak signifikan terhadap performa. Pengujian avalanche effect menunjukkan variasi dalam keteracakan kunci privat pada berbagai jenis kurva. Meskipun belum optimal, penelitian ini menyoroti potensi peningkatan keamanan dengan fokus pada peningkatan keteracakan private key pada ECDSA. Temuan ini memberikan dasar bagi eksplorasi lebih lanjut dalam pengembangan algoritma kriptografi yang lebih aman dan efisien, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara performa dan keamanan. Dalam konteks Era Revolusi 4.0, di mana keamanan informasi menjadi semakin penting, penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan teknologi keamanan yang lebih baik.   Abstract This study explores the modification of scalar multiplication parameters in the Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) using the Double Base Chain (DBC) method in the Era of the Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0). ECDSA, as an asymmetric cryptographic algorithm, is commonly used to provide integrity and authentication to digital data. The research evaluates whether the use of DBC can enhance ECDSA performance in terms of computational time and memory usage. The results indicate that, although modifying ECDSA with DBC does not always yield superior performance, the time required for key generation, signing, and verification tends to be longer, and memory usage varies depending on specific configurations and parameters. Factors such as curve structure, curve length, curve parameters, and implementation significantly impact performance. Avalanche effect testing reveals variations in the traceability of private keys across different curve types. Despite not achieving optimal results, the study highlights the potential for improving security by focusing on enhancing the traceability of private keys in ECDSA. These findings provide a foundation for further exploration in the development of more secure and efficient cryptographic algorithms, considering the balance between performance and security. In the context of the Fourth Industrial Revolution, where information security is increasingly crucial, this research offers valuable insights for the advancement of better security technologies.Penggunaan tanda tangan digital saat ini menjadi penting karena perubahan aktivitas manusia dari offline ke online. Hal ini membuat rentannya pemalsuan dokumen atau pengambilan dokumen secara ilegal yang disebabkan oleh kerentanan sistem keamanan dokumen. Salah satu algoritma yang digunakan dalam pembuatan tanda tangan adalah algoritma tanda tangan digital kurva eliptik (ECDSA). Algoritma tanda tangan digital kurva eliptik (ECDSA) menggunakan dua teknik, yaitu kriptografi dan hash. Dalam perhitungannya, ECDSA menggunakan 2 penambahan skalar yang membutuhkan operasi kompleks. Hampir 80% dari waktu proses pemulihan ECDSA mungkin digunakan untuk perhitungan skalar. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan proses perluasan skalar dalam ECDSA adalah rantai basis ganda (double-base chain). Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan rantai basis ganda dalam modifikasi algoritma ECDSA menghasilkan kinerja yang berbeda sesuai dengan panjang dan jenis kurva yang digunakan. Namun, secara rata-rata, modifikasi ECDSA menggunakan rantai basis ganda tidak memberikan hasil yang signifikan dalam pengujian kinerja ECDSA berupa penggunaan memori, pembuatan kunci, penandatanganan, dan verifikasi pada 19 jenis dan panjang kurva yang berbeda. Namun, dari segi keamanan kunci, teori rantai basis ganda memiliki keunggulan dalam keacakan kunci private.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniawan, H. A. F., Neyman, S. N., & Wijaya, S. H. (2024). PENGEMBANGAN ALGORITMA ECDSA DENGAN MODIFIKASI PERKALIAN SKALAR MENGGUNAKAN DOUBLE BASE CHAIN. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 11(2), 275–284. https://doi.org/10.25126/jtiik.20241127446

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free