Konsep Keallahan Malind Anim Serta Dampaknya Terhadap Upaya Penyebaran Ajaran Gereja Katolik Di Wilayah Papua Selatan

  • Ahlaro S
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fakta menunjukan bahwa mayoritas komunitas suku Marind Anim yang adalah pemilik hak ulayat atas seluruh wilayah teritori kabupaten Merauke adalah beragama Katolik. Hal ini tentu tidak dapat dilepaspisahkan dari perjuangan para misonaris Katolik untuk menyebarkan ajaran Gereja Katolik pada basis-basis suku Marind Anim. Meski demikian, hal ini tidak berarti bahwa tidak ada faktor pendukung lainnya yang telah turut menentukan keberhasilan para misionaris tersebut. Salah satu faktor lain yang disinyalir telah turut menentukan keberhasilan para misonaris dalam upaya menyebarkan ajaran Gereja Katolik pada basis-basis suku Marind Anim yakni adanya kesamaan pandangan yang bersifat prinsipil. Oleh karena itu, artikel ini akan diorintasikan secara khusus untuk mengkaji dan menguraikan tentang hal prinssipil dimaksud.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ahlaro, S. R. (2019). Konsep Keallahan Malind Anim Serta Dampaknya Terhadap Upaya Penyebaran Ajaran Gereja Katolik Di Wilayah Papua Selatan. Jurnal Masalah Pastoral, 7(0–1), 39–44. https://doi.org/10.60011/jumpa.v7i0-1.78

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free