SEMIOTIKA PIERCE DALAM MITOS KHASIAT AIR PANCURAN TUJUH SASTRA LISAN KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH

  • Wulandari A
N/ACitations
Citations of this article
57Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengaji sastra lisan yang ada di Dusun III Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tujuan penelitian secara umum adalah menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur semiotika dalam sastra lisan ‘Mitos Khasiat Air Pancuran Tujuh’. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Semiotika Pierce dibagi menjadi tiga unsur, yaitu ikon yang membahas mengenai hubungan kemiripan, indeks yang membahas hubungan sebab akibat, dan simbol yang membahas makna dari objek. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan transkripsi yang bersumber dari video Youtube di saluran M Hakim Bawazier berjudul “Pancuran Tujuh Baturraden” dengan narasumber Mbah Sukarjo yang merupakan juru kunci Pancuran Tujuh. Berdasarkan teori semiotika Pierce, hasil penelitian ini menunjukkan adanya unsur-unsur semiotika Pierce yang diklasifikasikan dalam tiga unsur, yaitu (1) ikon, (2) indeks, dan (3) simbol dalam mitos khasiat air Pancuran Tujuh di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil analisis ikon menunjukkan adanya hubungan antara tanda dengan kepercayaan Kejawen, indeks ditunjukkan oleh hubungan sebab-akibat kepeloporan seseorang terhadap masyarakat, sedangkan simbol menunjukkan adanya hubungan alamiah yang disepakati oleh masyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, A. (2023). SEMIOTIKA PIERCE DALAM MITOS KHASIAT AIR PANCURAN TUJUH SASTRA LISAN KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH. Pujangga, 9(2), 187. https://doi.org/10.47313/pujangga.v9i2.2829

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free