Abstract
Ada lebih banyak industri tahu di Indonesia, yang berarti ada lebih banyak limbah dari sektor ini yang perlu penanganan khusus. Jika limbah tahu dengan konsentrasi bahan organik yang tinggi dibuang tanpa diolah, maka akan efek yang merugikan pada pasokan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki teknik yang efisien untuk menggunakan media filtrasi untuk mengolah limbah tahu. Menggabungkan media bioball dan bioring adalah tata letak media utama dalam penyaringan kolom. Industri tahu di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menyediakan limbah tahu. Setiap media filtrasi kolom memiliki tinggi total 20 cm dan kapasitas air limbah 1,5 liter. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas air limbah tahu setelah dilakukan pengolahan. Media filtrasi menggunakan bioball dan bioring terbukti efektif dengan melihat hasil pengolahan limbah setelah filtrasi berupa peningkatan pH, penurunan agresifitas CO2 agresif, penurunan kekeruhan, dan penurunan BOD.Kata kunci: Limbah tahu, filtrasi, bioball, bioring
Cite
CITATION STYLE
Furqonati, L., Fadilah, F. N., Fitria Ayu Prayekti, R., Kartika Putri, A., & Rohmah, J. (2024). Penggunaan Filtrasi Sebagai Teknologi dalam Pengolahan Limbah Tahu di Desa Sepande Sidoarjo. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 13(1), 71–76. https://doi.org/10.31186/naturalis.13.1.32358
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.