Abstract
Maraknya kasus-kasus kekerasan di tengah masyarakat, instabilitas politik, serta degradasi moral bangsa secara keseluruhan memunculkan kesadaran akan pentingnya pembangunan karakter baik pada tingkat keluarga sebagai institusi terkecil pembentuk bangsa hingga pada pembangunan karakter bangsa secara luas. Selain keluarga, lingkungan dan juga lembaga pendidikan mempunyai peran yang tidak kalah penting dalam proses pembentukan karakter bangsa, hal ini karena lembaga pendidikan adalah ujung tombak pembangunan bangsa dalam ranah edukasi formal. Pendidikan sebagai proses yang membantu mendewasakan, mengarahkan dan mengembangkan potensi dalam diri manusia dianggap sebagai sarana yang tepat dalam pembentukan karakter seseorang. Salah satu konsep pendidikan karakter ditemukan dalam wasiat yang ditulis oleh Harun ar-Rasyid kepada al-Ahmar seorang guru yang ditunjuk oleh sang khalifah untuk mendidik putra mahkotanya yang kemudian dikenal dengan al-Amin. Dalam wasiat ini terdapat beberapa konsep pendidikan karakter, diantaranya ketauladanan seorang guru, ketaatan, penghormatan pada keluarga, pengajaran al quran dan Sunnah serta banyak lagi yang lainnya.Konsep pendidikan karakter yang diususng oleh Harun ar-Rasyid tidak berbeda dengan konsep pendidikan karakter yang ditawarkan oleh para pekar pendidikan modern, hal ini membuktikan bahwa konsep pendidikan karakter yang terdapat dalam wasiat Harun ar-Rasyid ini bersifat universal tanpa batasan ruang dan waktu
Cite
CITATION STYLE
Anshori, A. A. (2015). Konsep Pemikiran Harun ar-Rasyid dalam Pendidikan Karakter. JURNAL PENELITIAN, 9(2), 205. https://doi.org/10.21043/jupe.v9i2.1319
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.