Abstract
Sindrom burnout yang dialami perawat dapat mempengaruhi kinerja di rumah sakit yang dapat disebabkan oleh karakteristik individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik individu (usia, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan dan status pernikahan) dengan sindrom burnout, selain itu untuk mengetahuin hubungan sindrom burnout dengan pelaksanaan keselamatan pasien. Desain penelitian cross sectional dilakukan selama dua minggu di akhir bulan juli sampai awal agustus 2018 untuk mengetahui gambaran karakteristik individu serta mengukur sindrom burnout dan pelaksanaan keselamatan pasien. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Dalam menentukan unit sampel digunakan teknik purposive sampling. Dari 106 responden perawat, sebanyak 37.7% perawat mengalami sindrom burnoutdan 36.8% gambaran pelaksaan keselamatan pasien buruk. Hasil uji chi-square antara masing- masing variabel yaitu p value> 0.05, baik karakteristik individu dengan sindrom burnout (usia p=0.300, jenis kelamin p=0.929, masa kerja p=0.951, tingkat pendidikan p=0.838, dan status pernikahan p=0.914), maupun sindrom burnout dengan pelaksanaan keselamatan pasien (p = 0,343). Namun ada kecendrungan pengaruh karakteristik individu dengan timbulnya sindrom burnoutdanpengaruh sindrom burnout dengan pelaksanaan keselamatan pasien. Karakteristik individu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan timbulnya sindrom burnout pada perawat, selain itu sindrom burnout juga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan keselamatan pasien.
Cite
CITATION STYLE
Herawati, T. M., & Djubaedah, S. (2021). Kejadian Sindrom Burnout dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien pada Perawat Pelaksana di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Jurnal Antara Keperawatan, 2(2), 285–294. https://doi.org/10.37063/jurnalantarakeperawatan.v2i2.189
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.