Abstract
Klojen Sub-district has experienced rapid development in the last ten years, seen by the increasingly widespread construction of high-rise buildings as both educational and economic areas. Although many criticize the level of accuracy, this method is still used because of its simplicity and this method is suitable for use in small watersheds. Runoff that occurs in Klojen District itself occurs usually due to very high rainfall, this is known through calculations that have been carried out using a calculation formula from Dr. Mononobe with a predetermined period pattern, namely for fifty years where after calculating using this formula the rainfall intensity with return periods of 2, 5, 10, 25, and 50 years with the amount of rain intensity in each return period is 45.6 mm/hour, 55.09 mm/hour, 61.95 mm/hour, 71.25 mm/hour, 78.66 mm/hour. Because of all the locations taken to be research locations, the total value is 0.00108 percent in reducing runoff, this value is quite small and will be very prone to runoff when rainfall is very high. Kecamatan Klojen mengalami pembangunan yang pesat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, dilihat dengan semakin maraknya pembangunan gedung-gedung bertingkat baik sebagai kawasan pendidikan maupun perekonomian. Walaupun banyak yang mengkritik perihal tingkat akurasinya, namun metode ini tetap dipakai dikarenakan kesederhanaannya serta metode ini cocok dipakai pada DAS yang kecil limpasan yang terjadi pada Kecamatan Klojen sendiri terjadi biasanya akibat dari curah hujan yang sangat tinggi hal ini diketahui melalui perhitungan yang telah dilakukan menggunakan rumus hitung dari Dr. Mononobe dengan pola periode yang telah ditentukan yakni selama 50 tahun dimana setelah dilakukan perhitungan menggunakan rumus tersebut didapatkan intensitas curah hujan dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun dengan besaran intensitas hujan pada tiap periode ulangnya sebesar 45,6 mm/jam, 55,09 mm/jam, 61,95 mm/jam, 71,25 mm/jam, 78,66 mm/jam. Berdasarkan dari perhitungan serta analisis diketahui bahwa dari ke sepuluh lokasi penelitian tersebut kesemuanya dinyatakan kurang efektif hal ini dikarenakan dari semua lokasi yang diambil untuk menjadi lokasi penelitian memiliki nilai total 0,00108 persen dalam mereduksi limpasan nilai ini cukup kecil dan akan sangat rawan sekali terjadi limpasan ketika curah hujan sangat tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Pratama, F. A. Y., Taryana, D., & Utomo, D. H. (2022). Evaluasi efektivitas ruang terbuka hijau (RTH) dalam mereduksi limpasan permukaan di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(3), 210–222. https://doi.org/10.17977/um063v2i3p210-222
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.