MENJAGA CITRA ALLAH: Gereja Dan Kaum LGBT

  • Riorocky
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Diskursus LGBT semstinya memberi ruang refleksi dengan penuh kerendahan bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah memiliki keunikan masing-masing.  Allah menciptakan manusia tanpa membedakan gender supaya manusia terus hidup dalam suatau Persekutuan yang salam tanpa mendeskriminasi satu dengan yang lain. Berdasarkan hal tersebut maka Gereja harus mengelolah suatau Persekutuan tanpa menyudutkan dengan kaum LGBT. Orientasi seksual yang disebabkan oleh biologis dan lingkungan bahkan bukan suatu permintaan yang diminta seseorang ketika lahir, sesuatau yang diterima sebagai sesuatu yang given. Tulisan ini memberi opini kepada gereja yang masi mendeskriminasi kaum LGBT sebagai orang yang berbeda, memang berbeda tetapi mereka adalah Citra Allah yang tidak boleh ditolak dalam suatau peresekutuan yang Allah berikan. Kasih Allah yang trasenden tidak mampu dibatasi oleh perbedaan gender, Allah mengasihi tanpa membeda-bedakan maka setiap ornag yang menerima kasih itu tidak boleh membatasi diri dan membatasi orang lain untuk merasakan kasih Allah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Riorocky. (2024). MENJAGA CITRA ALLAH: Gereja Dan Kaum LGBT. LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Oikumenis, 1(02), 106–117. https://doi.org/10.70418/xbeh2j61

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free