Abstract
The COVID-19 pandemic impacted the social and economic sectors. Family, the smallest social unit, is experiencing the impact, particularly for the woman as single-parent. Being a single parent is either a choice, decision, or condition that must be accepted due to the spouse’s passing or other condition. Single parents carried numerous burdens alone, including earning a living and raising the children. These burdens have a significant impact on single parents. This study aims to reveal single-parent families’ survival mechanisms. The research applied a qualitative method by interviewing single mothers from university students in East Java Province, Indonesia. This study used the theory of survival mechanism proposed by James Scott. The study found that instabilities generated by the COVID-19 pandemic produced enormous diminishing income. Such ordeals faced by single parents are burdensome because they initially had to support the family amid the feeble economy. Income vulnerability becomes a deep concern for single mothers. Pandemic COVID-19 caused these mothers to empower themselves and develop various survival strategies. The mothers from middle-class families live frugally and selective when they buy something they need. While mothers from lower-class families did different survival mechanisms, range from careful spending, owe some money, and open a business using their ex-husband’s savings. Furthermore, they are also working overtime, empowering their children to help with the work, diversifying jobs by opening food stalls up to have an online shop. Therefore, it can be assumed that the COVID-19 pandemic has made single parents struggle even more to fulfil their family needs.Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor sosial dan ekonomi. Keluarga, unit sosial terkecil, mengalami dampaknya, khususnya bagi perempuan sebagai orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggal adalah pilihan, keputusan, atau kondisi yang harus diterima karena meninggalnya pasangan atau kondisi lainnya. Orang tua tunggal memikul banyak beban sendirian, termasuk mencari nafkah dan membesarkan anak-anak. Beban ini berdampak signifikan pada orang tua tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme kelangsungan hidup keluarga dengan orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai ibu tunggal dari mahasiswa di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori mekanisme bertahan hidup yang dikemukakan oleh James Scott. Studi tersebut menemukan bahwa ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 menghasilkan penurunan pendapatan yang sangat besar. Cobaan berat yang dihadapi oleh orang tua tunggal ini memberatkan karena mereka awalnya harus menghidupi keluarga di tengah ekonomi yang lemah. Kerentanan pendapatan menjadi perhatian yang mendalam bagi ibu tunggal. Pandemi COVID-19 menyebabkan para ibu ini memberdayakan diri dan mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup. Para ibu dari keluarga kelas menengah hidup hemat dan selektif saat membeli sesuatu yang mereka butuhkan. Sementara ibu dari keluarga kelas bawah melakukan mekanisme kelangsungan hidup yang berbeda, mulai dari pengeluaran yang cermat, berhutang, dan membuka usaha dengan menggunakan tabungan mantan suami mereka. Selain itu, mereka juga bekerja lembur, memberdayakan anak-anaknya untuk membantu pekerjaan, melakukan diversifikasi pekerjaan dengan membuka warung makan hingga memiliki toko online. Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa pandemi COVID-19 semakin membuat orang tua tunggal semakin berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Cite
CITATION STYLE
Febrianto, P. T. (2021). Single Mothers’ Survival Strategies of University Students During Covid-19 Pandemic. Society, 9(1), 19–36. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.301
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.