Abstract
Kurkumin memiliki berbagai aktivitas seperti antioksidan, anti-inflamasi, antitumor, dan antibakteri. Bioavaibilitas kurkumin rendah dan perlu dioptimalkan. Pembuatan nanopartikel kurkumin dengan beberapa pelarut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan bioavailabilitas kurkumin. Penelitian ini bertujuan menguji keamanan nanopartikel kurkumin melalui uji toksisitas akut dan subkronis serta aktivitas antioksidan formula nanopartikel kurkumin. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode OECD 425, menggunakan perangkat AOT425StatPgm untuk penentuan LD50. Uji toksisitas subkronik dilakukan dengan metode OECD 407 menggunakan 4 kelompok dosis yaitu normal, dosis 50;100; dan 200 mg/kg BB selama 28 hari, serta dilakukan evaluasi berat badan, parameter biokimia klinis, dan parameter hematologi. Uji aktivitas antioksidan kurkumin dan nanopartikel kurkumin secara in vitro, dilakukan dengan menggunakan DPPH. Hasil penilitian menunjukkan yaitu nilai LD50 nanopartikel kurkumin >5000 mg/kgBB dan hasil uji toksisitas subkronik (p>0,05) tidak menunjukan adanya perbedaan bermakna pada AST, ALT, BUN, kreatinin, albumin dan hematologi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata IC50 kurkumin dan nanopartikel kurkumin adalah 118,76µg/mL dan 90,87µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa nanopartikel kurkumin aman dan tidak mempengaruhi fungsi ginjal dan hati serta aktivitas antioksidan formulasi nanopartikel kurkumin lebih besar dibandingkan dengan kurkumin.
Cite
CITATION STYLE
Sandhiutami, N. M. D., Dewi, R. S., Khairani, S., & Widyadari, S. A. M. (2022). Evaluasi Keamanan dari Pengembangan Formula Nanopartikel Kurkumin pada Mencit dan Potensi Antioksidan In-VitroEvaluasi Keamanan dari Pengembangan Formula Nanopartikel Kurkumin pada Mencit dan Potensi Antioksidan In-Vitro. JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 20(1), 63. https://doi.org/10.35814/jifi.v20i1.1187
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.