Abstract
Prevalensi gangguan pendengaran sensorineural diperkirakan sekitar 0,07% sampai dengan 5,2% dan meningkat seiring dengan pertambahan umur. Salah satu modalitas yang dapat diberikan untuk membantu pendengaran adalah implan koklea. Implan koklea berfungsi untuk menghasilkan impuls listrik yang diperlukan untuk memberikan persepsi suara. Suara dari luar ditangkap oleh prosesor untuk dihantarkan ke implan koklea dan diubah menjadi impuls listrik yang akan menstimulasi nervus koklearis. Secara umum implan koklea digunakan untuk pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural derajat sangat berat bilateral yang tidak terbantu dengan penggunaan alat bantu dengar lainnya. Implantasi Koklea merupakan prosedur yang relatif aman dengan komplikasi minor yang cukup jarang terjadi. Beberapa komplikasi minor yang sering terjadi adalah gangguan vestibuler dan sisanya paling sering disebabkan karena faktor iatrogenik. Perawatan paska implantasi koklea berperan dalam meningkatkan keberhasilan implan koklea. Hasil implantasi sangat tergantung dari individu, keluarga dan tim multidisipilin untuk mencapai peningkatan fungsi pendengaran dan kualitas hidup. Implan koklea menjadi pilihan alat bantu dengar pada gangguan pendengaran sensorineural. Keberhasilan implan koklea lebih dari sekedar minimnya komplikasi operasi, tetapi memerlukan peran serta tim multidisipilin dan individu serta keluarga penderita.
Cite
CITATION STYLE
Tandio, A., & Indrasworo, D. (2022). Implan Koklea. Jurnal Klinik Dan Riset Kesehatan, 1(3), 179–186. https://doi.org/10.11594/jk-risk.01.3.6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.